Skip to content

Cara Kerokan yang Benar dan Aman di Punggung — 7 Langkah

Cara Kerokan yang Benar dan Aman di Punggung — 7 Langkah
cara kerokan yang benar dan aman di punggung

Bingung cara kerokan tanpa memar dan malah sembuh? Kita bahas langkahnya.

Kita sering merasa nyeri otot atau “masuk angin” dan ragu melakukan kerokan sendiri. Di InfoLokal 45 saya jelaskan cara yang praktis dan aman. Pastikan mengikuti cara kerokan yang benar dan aman di punggung supaya manfaatnya maksimal dan risiko memar atau infeksi berkurang.

Apa itu kerokan dan bagaimana caranya?

Kerokan adalah pijatan tradisional dengan koin atau alat tumpul untuk merangsang sirkulasi kulit. Cara yang benar: oleskan minyak, tarik alat dengan tekanan ringan-sedang searah otot selama 5–10 menit, hindari tulang dan luka terbuka untuk mencegah memar atau infeksi, dan berhenti jika terasa nyeri.

Lebih rinci, kerokan bekerja dengan menggesek permukaan kulit untuk meningkatkan aliran darah lokal dan meredakan tegang otot. Metode serupa dikenal sebagai gua sha dalam pengobatan Tiongkok. Gunakan alat bersih dan teknik lembut agar aman.

Langkah-langkah Kerokan yang Benar dan Aman

  • Cuci tangan dan siapkan alat: koin halus atau spatula khusus serta minyak atau balsem untuk mengurangi gesekan.
  • Posisi pasien: duduk atau menunduk sehingga otot punggung rileks.
  • Oleskan minyak tipis merata pada area punggung yang akan dikerok.
  • Mulai dari atas (leher bawah) menuju bawah (pinggang) mengikuti arah serat otot, tarik alat dengan gerakan panjang dan konsisten selama 5–10 menit.
  • Tekanan: gunakan tekanan ringan hingga sedang; jangan menekan sampai terasa sakit tajam — hentikan jika terasa nyeri hebat.
  • Hindari area: tulang belakang langsung, kulit yang luka, bintil, memar lama, atau area bengkak/inflamasi.
  • Setelah kerokan: bersihkan sisa minyak, kompres hangat bila perlu, dan istirahat. Minum air untuk membantu pemulihan sirkulasi.
  • Frekuensi aman: 1–3 kali seminggu tergantung toleransi kulit; beri jeda antar sesi agar kulit pulih.
  • Jangan kerok jika sedang demam tinggi, mengonsumsi obat pengencer darah, atau memiliki gangguan kulit/penyakit kronis tanpa konsultasi dokter.

Dilansir dari Sumber Terpercaya, praktik serupa telah digunakan tradisional namun perlu kehati-hatian dan kebersihan alat untuk mencegah efek samping.

FAQ

Q: Apakah kerokan menyebabkan memar selalu?

A: Tidak selalu; memar muncul bila tekanan terlalu kuat atau kulit sensitif—gunakan tekanan ringan dan waktu singkat.

Q: Bolehkah kerokan untuk anak-anak?

A: Untuk anak, gunakan tekanan sangat ringan dan konsultasi dulu dengan tenaga medis bila anak memiliki kondisi kesehatan.

Q: Berapa lama efek kerokan terasa?

A: Banyak orang merasakan lega dalam hitungan jam hingga hari; jika nyeri berlanjut, hentikan dan periksakan ke profesional kesehatan.

Kesimpulan: Kerokan bisa aman dan efektif bila dilakukan dengan teknik benar; bagikan artikel ini ke media sosial agar teman kita juga tahu caranya.